Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar.
PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat langkah antisipasi banjir menjelang musim penghujan. Pembersihan parit dan saluran drainase kini difokuskan pada kawasan yang selama ini rawan mengalami genangan.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk mengaktifkan tim Lestari serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir di wilayah masing-masing.
Instruksi tersebut telah disampaikan sekitar dua pekan lalu. Tim Lestari diarahkan untuk membersihkan parit dan saluran drainase, termasuk mengatasi pendangkalan serta sumbatan yang dapat menghambat aliran air.
“Sekarang kita fokuskan ke daerah yang di setiap kelurahan itu memang selama ini berpotensi rawan genangan. Jadi, kita arahkan ke situ,” kata Markarius, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, pola kerja tim Lestari kini diarahkan agar lebih efektif dan tepat sasaran. Jika sebelumnya pembersihan dilakukan di sejumlah kawasan secara umum, saat ini penanganan diprioritaskan pada titik-titik yang memiliki riwayat genangan ketika hujan turun.
Selama dua pekan pelaksanaan, camat dan lurah juga diminta memetakan kawasan rawan banjir serta mengidentifikasi solusi yang diperlukan. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Markarius mengatakan, pihaknya berencana kembali memanggil seluruh camat dan lurah pada pekan ini guna mengevaluasi pelaksanaan tugas tim Lestari di lapangan.
“Seluruh lurah saya minta memetakan daerah masing-masing, mana yang berpotensi rawan, apa solusinya. Saat hujan, dilihat dan dicek,” jelasnya.
Pemantauan langsung saat hujan, termasuk terhadap titik-titik yang mengalami genangan, akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi penanganan. Dengan demikian, pengerahan personel untuk kegiatan gotong royong maupun penggunaan peralatan dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Selain mengoptimalkan tim Lestari dan gotong royong masyarakat, Pemko Pekanbaru juga memperkuat koordinasi lintas OPD untuk menangani persoalan drainase yang tidak dapat diselesaikan secara manual.
Markarius mengakui bahwa tim Lestari memiliki keterbatasan personel dan peralatan. Karena itu, camat dan lurah diminta berkoordinasi dengan OPD teknis, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Beberapa pekerjaan memang tidak bisa dibersihkan oleh tim Lestari karena membutuhkan alat. Itu kita hubungkan dengan PUPR agar mendapat dukungan. Kita sudah arahkan PUPR untuk memprioritaskan pekerjaan penanganan dan antisipasi genangan serta banjir,” ungkapnya.
Markarius menegaskan, kegiatan pembersihan drainase harus mengutamakan kawasan yang paling membutuhkan penanganan. Permintaan masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah, tetapi wilayah dengan risiko genangan lebih tinggi harus mendapatkan prioritas.
Melalui langkah tersebut, Pemko Pekanbaru berharap penanganan saluran air yang tersumbat dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko genangan dan banjir bisa diminimalkan, terutama saat intensitas hujan meningkat. (***)

















Komentar