KAMPAR, MORALRIAU.COM – Dengan berakhirnya proses belajar mengajar semester ganjil tahun ajaran 2022/2023, pihak SMAN Plus Provinsi Riau mengadakan pertemuan sekaligus pembagian rapor dengan orang tua peserta didik (OTPD), Kamis (22/12/2022).
Kepala SMAN Plus Provinsi Riau, Andri Karmidi, M.pd menyampaikan pihaknya telah menyelesaikan proses belajar mengajar pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Dari laporan hasil belajar peserta didik mencerminkan potret usaha dilakukan siswa, guru dan sekolah dalam menilai proses pembelajaran.
Dikatakan Kepsek, nanti akan muncul dalam proses belajar siswa angka dan predikat, ada nilai A, B dan C. Namun tingkat SMA /SMK di Indonesia syarat untuk naik kelas dan kelulusan minimal mendapatkan predikat B.
“Kita (SMAN Plus Provinsi Riau, red) ada namanya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Umpamanya KKM-nya 80, siswa dapat nilai 81, dari segi angka bagus tapi predikatnya baru C,” jelas Andri.
Sampai saat ini sebut Andri, SMAN Plus Provinsi Riau masih memiliki integritas, artinya majelis guru sudah berjuang memberikan pengetahuan terbaik kepada siswa. Siswa pun sudah berjuang sesuai kemampuanya.
Dikatakanya nilai diberikan para guru tentu sudah sesuai dengan kemampuan peserta didiknya. Ia berharap sikap kejujuran perlu di tanam dalam diri setiap siswa, “Untuk apa nilai tinggi tapi isinya kosong,” ujarnya.
“Nilai 100, masuk ke perguruan tinggi tak lulus, dimana nilai seratusnya itu,” ucapnya.
SMAN Plus Provinsi Riau kata Andri memberi kesempatan kepada peserta didik untuk memperbaiki nilai yang rendah, sesuai dengan prinsip kurikulum. Kan tidak ada salahnya juga jika siswa memiliki kemampuan dan kemauan untuk memperbaiki nilai.
“Kita sudah menyiapkan programnya, bagi siswa yang mau, ada kesempatan menaikan pemahaman kompetensi,” ungkapnya.
Jangan berharap kata Andri, guru SMAN Plus Provinsi Riau ini mau menaikan atau menambah nilai siswa secara otomatis tanpa ada proses, walaupun ada permintaan dari orang tuanya.
“Kita harus jujur, adil dan objektif tidak menguntungkan dan tidak merugikan peserta didik, orang tua dan guru. Kita harus menerapkan seperti itu kalau mau sekolah ini bermutu,” ucapnya.
Terakhir Kepala SMAN Plus Provinsi Riau berpesan, sekolah membuka peluang kepada peserta didik meningkatkan kompetensi. (wir)












Komentar