TEMBILAHAN, MORALRIAU.COM – Dengan agama hidup akan terarah, berilmu menjadi bahagia dan seni indah terasa. Hal itu disampaikan oleh Al-ustadz Azhar, dalam ceramahnya gema ukhwah di bulan suci ini di Gedung Ikatan Keluarga Besar Orgen Tunggal (Ikbot) Jalan Tanjung Harapan nomor 17 Tembilahan Indragiri Hilir, Riau Sabtu 18/05/2019 bersamaan 14 Ramadhan 1440 H menjelang berbuka puasa bersama.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, apabila mereka disebutkan kalimah-kalimah Allah, maka bergetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya maka bertambah iman mereka. Segala semua hanya kepada tuhannya bertawakal. (Q S Al Annfaal ; 2).
“Dari itu mari kita melalui dari seni tanamkan kekuatan Iman dan takwa, karena seni adalah naluri dan lebih lanjut, itu juga budaya. Mulai dari menyanyi serta bermain musik maka itu juga ibadah, namun wajib diawali niat kebajikan, “harap Azhar selalu guru agama SDN 019 Tanjung Harapan Tembilahan Inhil.
Selanjutnya, Hamsari, S.sos selaku Ketua Ikbot menyampaikan. Organisasi kita merupakan wadah, saya berharap jalinlah silaturrahim sepanjang masa. Jikapun ada perbedaan pendapat itu lazim, namun jadikanlah untuk satu tujuan, tentunya tercantum di Bhinneka Tunggal Ika, apapun berbedaan tetapi satukan tujuan, dan ayo kita sama sama memajukan Ikbot, karena ini milik kita. “Pungkas seorang pemuda yang pernah Kasubag Humas Pemkab Inhil.
Dikesempatan yang sama, Khairul, menyampaikan “Neo Wapresss (Warung Apresiasi Seni) adalah tempat para seniman, menyanyi dan bermain musik. tentunya dalam hal ini bukan saja hanya menampung para rekan rekan Ikbot tetapi silahkan bagi siapapun yang bersedia berkunjung ke gedung ini untuk melaksanakan kegiatan, dan kami juga menyediakan lapangan Futsal tempat berolahraga, dan insya Allah mengenai fasilitaspun siap disediakan. Ketika ia meminta diwawancara dengan awak media.
Jakaria atau Jeck, sebagai penyusun tertib acara, dia berharap semoga Ikbot ini berjalan dengan lancar dan baik, mulai dari aqidah setiap anggota sampai baik pula fasilitasnya, karena bagaimanapun, baik dan jeleknya suatu organisasi kembali dari para yang menjalankan.
“Kami juga bersyukur, sampai saat ini semua biduan dan biduanita telah terpelihara nama baik mereka, baik secara agama maupun dimasyarakat,” Kata Jeck dengan senyum kepada awak media.
Pewarta ; Rhama Melo
