MORALRIAU.COM – Imbas kasus virus korona di Indonesia, harga masker turut melambung di pasaran. Seperti di pasar Pramuka, Jakarta Timur. Harga masker sudah menembus harga Rp 1,5 juta.
“(Masker sensi) harganya sendiri Rp 350 ribu, isi 50 pcs. Kalau yang N95 itu lebih mahal, itu sampai Rp 1,5 juta,” kata pembeli masker, Angga Saputra, 35, saat ditemui di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Senin (2/3).
Pria asal Bogor, Jawa Barat itu menyebut, harga masker sudah melonjak drastis. Misalnya masker sensi, jika harga normal hanya sekitar Rp 30-40 ribu. Namun, harga itu melonjak setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan ada kasus korona di Indonesia.
Pedagang beralasan melonjaknya harga masker karena stok yang sulit didapat. “Dari pedagang sendiri alasannya emang barangnya langka, katanya sih begitu,” jelas Angga, seperti diberitakan jawapos.
Dia pun berharap pemerintah bisa segera menstabilkan kembali harga masker. Pasalnya, jika di Pasar Pramuka sudah melambung tinggi, maka akan turut berdampak pada pedagang yang mengambil stok masker dari pasar tersebut.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan virus Korona sudah masuk ke Indonesia. Dua orang warga Negara Indonesia (WNI) positif terkena COVID-19. Mereka adalah ibu dan anak. Dalam kasus itu, Presiden Jokowi mengklaim sejak awal pemerintah serius dan sangat ketat mengikuti protokol kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berkaitan dengan virus Korona. Bahkan pemerintah bekerja sama dengan perwakilan WHO di Jakarta. Ketika ada kasus itu di Wuhan, Hubei Tiongkok, pemerintah juga mempersiapkan mengevakuasi 238 WNI.
Kejadian awal dimulai dari informasi bahwa orang Jepang yang datang ke Indonesia terkena virus dan kemudian tinggal di Malaysia. Pria itu dicek positif virus Korona. Ternyata orang yang terkena virus Korona itu berhubungan dengan 2 orang, yakni ibu yang berusia 64 tahun dan putrinya dengan umur 31 tahun. Lalu dicek, ternyata mereka sakit. (*)
