Penyebrangan Roro Sei Selari- Air Putih Bengkalis
BENGKALIS, MORALRIAU.COM – Kondisi semrawut di Pelabuhan Roro Air Putih, Bengkalis, kembali menuai keluhan dari masyarakat pengguna jasa penyeberangan. Selain antrean panjang dan terbatasnya jumlah kapal, praktik pungutan liar (pungli) diduga menjadi penyebab utama ketidak tertiban di pelabuhan tersebut.
Keluhan muncul terutama saat hari libur, ketika volume kendaraan meningkat tajam. Banyak pengguna mengaku kecewa karena antrean yang sudah mereka jalani tiba-tiba dipotong oleh kendaraan lain yang diduga membayar lebih kepada oknum petugas di lokasi.
Insiden ini turut dialami langsung oleh awak media MoralRiau.com pada Minggu, 24 Agustus 2025. Saat itu, sebuah truk melaju masuk tanpa antre. Ketika dikonfirmasi, salah satu petugas di lokasi mengatakan bahwa truk tersebut mengangkut sembako dan mendapat prioritas. Namun, berdasarkan pantauan langsung, truk tersebut kosong dan berbau ikan asin, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya perlakuan istimewa yang tidak sesuai aturan.
Salah seorang pengguna jasa penyeberangan, Yoga, menyampaikan kekesalannya kepada media ini. Ia mengaku masalah antrean yang tidak adil sudah terjadi sejak lama, namun tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
“Permasalahan ini sudah lama kami keluhkan. Tapi Pemkab Bengkalis seperti tutup mata. Apalagi bupatinya sudah dua periode menjabat, seolah tidak peduli dengan masyarakat Pulau Bengkalis,” ujar Yoga dengan nada kesal.
Menurutnya, ketidak pedulian itu terlihat dari adanya jalur khusus yang digunakan oleh pejabat, termasuk bupati, saat menggunakan jasa Roro.
“Mereka punya jalur istimewa. Begitu kapal tiba, mereka langsung diprioritaskan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Adhy Pranoto, belum memberikan tanggapan. Pesan WhatsApp yang dikirim oleh tim redaksi hanya dibaca tanpa ada balasan. (Indra)












Komentar