TANJUNG KUDU, MORALRIAU.COM – Desa Persiapan Tanjung Kudu Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar terancam terisolir, sebab jalan akses keluar masuk ke desa tersebut terputus akibat luapan air sungai Kampar dampak Pembukaan pintu waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang sebanyak 5 pintu dengan ketinggian 1 meter pada hari Minggu 19 Januari 2025.
Warga Desa Tanjung Kudu Abasri mengatakan kalau PLTA Koto Panjang membuka pintu waduk sampai lima pintu, Desa Tanjung Kudu sudah pasti terkena dampaknya.
Apalagi kata Abas desa ini posisinya berada dipinggir aliran sungai Kampar, kalau air sungainya meluap dampaknya jalan putus rumah warga terendam.
Dikatakan, sebagian warga sudah ada yang mengungsi ke rumah sanak saudaranya sebab rumah mereka sudah terendam banjir. Ditambah lagi jalan akses untuk keluar masuk desa sudah putus.
“Kami tidak lagi bisa kemana-mana, bekerja juga tidak bisa,” kata Abas kepada media ini, Senin (20/1/2025).
Abas menambahkan, masyarakat sudah tidak lagi bisa bekerja, ladang dan kebun sudah terendam semua, “Harapan kami semoga pemerintah dapat membantu kami, saat ini semua aktivitas kami terhenti akibat luapan air sungai Kampar,” harapnya.
Berdasarkan informasi, Kampar yang terdampak banjir akibat pembukaan pintu PLTA Koto Panjang seperti di Kecamatan Tambang, Desa Tanjung Kudu, Parit Baru, Kualu, Kecamatan Siak Hulu Desa Buluh Cina, Kecamatan Kampar Ranah Sungkai dan lainnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Riau, M Edy Afrizal melalui Kepala Bidang Kedaruratan, Jim Ghafur, mengatakan memang tinggi bukaan pintu waduk berdampak banjir di beberapa titik di Kampar.
“Tapi banjir itu kan tak semata – mata karena bukaan pintu waduk PLTA. Namun juga akibat curah hujan di wilayah Riau cukup tinggi belakang ini. Sehingga anak-anak sungai meluap,” sebutnya.
Penambahan tinggi pintu waduk PLTA Koto Panjang sendiri akibat curah hujan di hulu waduk (Sumatera Barat) cukup tinggi, sehingga kondisi air di PLTA mengalami kenaikan.
Dengan menjaga pertimbangan keamanan bendungan waduk PLTA Koto Panjang, maka manajemen PLTA Koto Panjang melakukan penambahan ketinggian bukaan pintu pelimpahan air waduk (Spillway Gate).
Karena itu, Jim mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Kampar untuk tetap berhati-hati dan waspada, karena permukaan sungai mengalami kenaikan cukup signifikan.
“Kita imbau masyarakat yang beraktifias di Sungai Kampar tetap waspada, akibat pembukaan pintu waduk permukaan air sungai naik dan aliran sungai menjadi deras,” imbuhnya. (*)
