Dari Jejak Sejarah ke Gerbang Dunia: Karimun Hidupkan Marwah Melayu di Pulau Tulang

KARIMUN, MORALRIAU.COM – Debur ombak Pulau Tulang menyimpan cerita. Bukan sekadar pulau dengan pantai, tapi nadi sejarah Melayu yang siap dibangunkan.

Bupati Karimun Iskandarsyah membawa visi itu saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Desa Tulang. “Kita ingin Pulau Tulang tidak sekadar dikenal karena pantainya, tapi karena jejak sejarah dan budaya Melayu yang kuat.” katanya.

Visi tanpa akses hanya mimpi. Karena itu Pemerintah Kabupaten Karimun menargetkan pembangunan pelabuhan representatif pada 2027. Selama ini, perahu harus menunggu pasang untuk bisa sandar.

“Pelabuhan ini kunci. Kalau sudah ada, pintu wisata dunia terbuka untuk Pulau Tulang,” tegas Iskandarsyah.

Gayung bersambut. Laskar Melayu Bersatu LMB Karimun langsung menyambut. “Ini yang ditunggu masyarakat. Pemerintah hadir mengangkat marwah Melayu,” kata Datuk Panglima Sulung LMB Karimun, Khaidir.

Baginya, Pulau Tulang adalah warisan. “Sejarah panjang itu harus jadi ikon peradaban Melayu Kepri. LMB siap jaga situsnya. Kalau pariwisata hidup, ekonomi warga pesisir ikut terangkat,” tutup Khaidir.(Mihrab.P)