Cegah Karhutla, Kades Telesung Turun Langsung Bersama Wakapolsek Perkuat Kesiapsiagaan

MERANTI, MORALRIAU.COM – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Telesung, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Mengantisipasi ancaman tersebut, Kepala Desa Telesung, Syamsuddin, mengambil langkah cepat dengan menggencarkan imbauan sekaligus memperkuat upaya pencegahan di tengah masyarakat.

Kesiapsiagaan tersebut tidak hanya disampaikan melalui imbauan secara langsung, tetapi juga dikampanyekan melalui media sosial miliknya, baik Facebook maupun TikTok.

Dalam video singkat yang beredar, Syamsuddin secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga meminta warga menghentikan kebiasaan memerun yang berpotensi memicu kebakaran serta menimbulkan polusi asap.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Desa Telesung untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Kepala Desa Telesung Syamsuddin menegaskan bahwa pihaknya bersama seluruh elemen dan jajaran terkait terus bergerak melakukan langkah antisipasi.

“Saat ini kami bersama seluruh elemen dan jajaran sedang giat dan gencar dalam mengantisipasi serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Desa Telesung,” tegas Syamsuddin.

Kegiatan kita di desa juga melaksanakan patroli bersama wakapolsek, bhabinkamtibmas, MPA desa dan pihak PT SRL di wilayah desa telesung. Dan untuk persiapan antisipasi kita melakukan pembuatan embung tambahan di titik rawan terjadi nya karhutla.

Menurutnya, imbauan kepada masyarakat telah disampaikan secara terbuka melalui media sosial sebagai bentuk pengingat sekaligus langkah preventif agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Telesung untuk tidak membuka lahan dan hutan dengan cara membakar, juga menghentikan budaya memerun. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi polusi asap di daerah kita,” ujarnya.

Tak berhenti pada imbauan, upaya pencegahan juga dilakukan di lapangan. Pemerintah Desa Telesung bersama Wakapolsek Rangsang Pesisir, Bhabinkamtibmas, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Telesung melaksanakan pembuatan UEP di sejumlah titik.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi potensi Karhutla sekaligus mendorong masyarakat agar menerapkan pola pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan.

“Kami juga bersama Wakapolsek Rangsang Pesisir, Bhabinkamtibmas, serta MPA Desa Telesung sedang melaksanakan pembuatan UEP di beberapa titik, guna mengantisipasi masyarakat untuk lebih ramah lingkungan dalam pengolahan lahan yang dimilikinya,” jelasnya.

Syamsuddin menyebut kondisi cuaca dengan mulai turunnya hujan di wilayah Desa Telesung menjadi kabar baik dalam mendukung upaya pencegahan Karhutla. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah.

Ia berharap turunnya hujan semakin memudahkan langkah bersama dalam menjaga wilayah Desa Telesung dari ancaman kebakaran, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut berperan aktif.

“Untuk saat ini curah hujan sudah sampai di Desa Telesung. Syukur Alhamdulillah, semoga dengan turunnya hujan dapat lebih mengintensifkan langkah kita bersama dan memudahkan lagi dalam mencegah Karhutla ini. Kami berharap masyarakat Desa Telesung lebih mengerti serta ikut berpartisipasi dalam mencegahnya,” pungkas Syamsuddin.

Pencegahan sejak dini, menurutnya, menjadi kunci agar Karhutla tidak terjadi dan dampaknya tidak meluas, terutama terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas warga. (Mihrab.P)

Komentar