Bupati Zukri Serahkan Penghargaan kepada Pemenang Inovasi Daerah Pelalawan 2026

PELALAWAN, MORALDIAU.COM – Pemerintah Kabupaten Pelalawan menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada para pemenang Penilaian Inovasi Daerah Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2026, Senin (12/10/2026). Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan upacara peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Pelalawan di Lapangan Kantor DPRD Kabupaten Pelalawan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Pelalawan, Zukri sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan prestasi perangkat daerah serta unit pelayanan dalam mengembangkan inovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Penilaian Inovasi Daerah Tahun Anggaran 2026 diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Pelalawan. Penilaian ini mencakup empat kategori utama, yaitu Perangkat Daerah Dinas/Badan, Kecamatan, Desa, dan Puskesmas. Selain itu, terdapat dua kategori tambahan, yakni Inovasi Terbanyak dan Inovasi dengan Nilai Tertinggi.

Pada kategori Perangkat Daerah Dinas/Badan, peringkat pertama diraih oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pelalawan, disusul Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil pada peringkat kedua, serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah pada peringkat ketiga.

Pada kategori Kecamatan, peringkat pertama diraih oleh Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Peringkat kedua diraih oleh Kecamatan Kuala Kampar, sedangkan peringkat ketiga diraih oleh Kecamatan Langgam.

Sementara itu, pada kategori Desa, Desa Beringin Makmur berhasil meraih peringkat pertama, diikuti Desa Meranti pada peringkat kedua dan Desa Mekar Jaya pada peringkat ketiga.

Adapun pada kategori Puskesmas, peringkat pertama diraih oleh Puskesmas Bandar Sei Kijang, peringkat kedua oleh Puskesmas Bandar Petalangan, dan peringkat ketiga oleh Puskesmas Ukui.

Selain empat kategori utama tersebut, penghargaan khusus kategori Inovasi Terbanyak diberikan kepada Puskesmas Bandar Sei Kijang yang melaporkan sebanyak 17 inovasi dalam penilaian tahun ini.

Sementara itu, kategori Inovasi dengan Nilai Tertinggi diraih bersama oleh lima inovasi yang memperoleh nilai kematangan yang sama, yaitu 102.

Kelima inovasi tersebut terdiri atas SIREHAN (Sistem Informasi Retribusi Kebersihan), SIRTU (Sistem Informasi Retribusi Terpadu), dan SIIP (Sistem Informasi Pajak) dari Bapenda Kabupaten Pelalawan, serta inovasi Satu Detik dan Lab Pintar dari Puskesmas Ukui.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan inovasi di Kabupaten Pelalawan telah menjangkau berbagai sektor, mulai dari pengelolaan pendapatan daerah hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kepala BRIDA Kabupaten Pelalawan, Rinto Rinaldi, menyampaikan bahwa penilaian inovasi daerah bukan sekadar ajang kompetisi untuk menentukan peringkat, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun budaya inovasi yang terukur, berkelanjutan, dan berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.

“Penilaian ini menjadi momentum bagi seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa, dan puskesmas untuk terus mengembangkan gagasan kreatif menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata,ungkapnya.

Ia berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para pemenang, tetapi juga menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di Kabupaten Pelalawan.

Ia menambahkan bahwa BRIDA Kabupaten Pelalawan akan terus memperkuat peran koordinasi, fasilitasi, pendampingan, dan evaluasi dalam pengembangan inovasi daerah. Upaya tersebut meliputi peningkatan kualitas dokumentasi, pengukuran tingkat kematangan inovasi, pengembangan inovasi, hingga replikasi inovasi yang terbukti memberikan manfaat.

Menurutnya, keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh kebaruan gagasan atau jumlah program yang dihasilkan, tetapi juga oleh kebermanfaatan, keberlanjutan, serta kemampuannya dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Penyerahan Hadiah dan Piagam Penghargaan Penilaian Inovasi Daerah Kabupaten Pelalawan Tahun Anggaran 2026, Tengku Ritawati, menyampaikan bahwa penyerahan penghargaan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Pelalawan menjadi momentum istimewa untuk memberikan apresiasi kepada pemenang.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mengembangkan inovasi daerah. Prestasi para pemenang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perangkat daerah, kecamatan, desa, dan puskesmas lainnya untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Pelaksanaan penilaian dan pemberian penghargaan ini sejalan dengan semangat inovasi yang digaungkan oleh Zukri melalui slogan ASOI (Ambo Sonang Inovasi). Slogan tersebut menjadi penyemangat untuk membangun pola pikir kreatif, mendorong keberanian menghadirkan terobosan, serta menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.

Melalui BRIDA, Pemerintah Kabupaten Pelalawan berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan inovasi yang berkualitas, memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta mengoptimalkan pemanfaatan hasil kajian dan riset sebagai dasar perumusan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan daerah. (***)