Banjir di Inhu Menelan Korban, Dua Bocah Meninggal Dunia

INDRAGIRIHULU, MoralRiau.com- Dua bocah korban tenggelam terseret banjir ditemukan telah meninggal dunia pada hari  Sabtu (10/11/2018) kemarin  sekira pukul 11.00 Wib di Dusun Mekar Jaya RT.009/RW.005 Desa Kuala Cenaku, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Inhu, Riau.

“Korban diketahui bernama Umar Sari Maulidani umur 11 bulan anak dari pasangan Reno Saputra dan Syarifah Mutiah,” ujar kapolres Inhu AKBP Damin Ginting SIK melalui Paur Humas Polres Inhu Bripka Misran kepada wartawan.

Kejadian naas itu terjadi ketika ibu korban hendak mandi dan menitipkan korban kepada neneknya yang bernama Agustina. Saat itu, korban sedang bermain di dalam rumah depan televisi dan sang nenek menyeterika pakaian.

Selang beberapa lama kemudian, sang nenek sudah tidak melihat cucunya. Karena itu, dia langsung mencari dalam rumah, namun tidak ditemukan. Sang nenek bersama ibu korban langsung mencari keluar rumah diikuti tetangga sebelah rumah.

Sekira pukul 11.30 Wib, korban akhirnya ditemukan Dewi, tetangga korban tepat disamping pintu bawah rumah korban yang tergenang air dengan kedalaman sekitar 50 centimeter.

Korban langsung di bawa ke Puskesmas Kuala Cenaku untuk memperoleh pertolongan. Begitu sampai di Puskesmas, korban sudah dinyatakan meninggal dan dibawa kembali ke rumah duka.

Pada hari yang sama, seorang anak juga tenggelam dan ditemukan meninggal dunia di Kelurahan Kampung Dagang, Kecamatan Rengat. Korban bernama Dimas Febrianto (7 tahun), warga RT 07 RW 04 Dusun Desa Kuba, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu. Korban merupakan anak dari pasangan Sugiarto dan Iis Rumansyah

Korban awalnya bersama ibunya dan Endah, kakak korban saat itu pergi menuju Jalan Teluk Erong, Kelurahan Kampung Dagang untuk bermain.

Karena di lokasi tersebut terendàm banjir, sehingga banyak warga menjadikannya tempat bermain. Saat sedang asik bermain air, Endah meminta Korban untuk tidak terlalu bermain ke tengah.

Tidak lama kemudian, sekira pukul 17.00 Wib Endah melihat ada tangan orang yang terseret arus air banjir. Namun dia tidak mengira kalau itu adalah adiknya. Seketika Endah pergi mencari ibunya dan menanyakan keberadaan korban. Tetapi sang ibu juga tidak mengetahui keberadaan korban.

Endah kemudian memberitahukan kepada warga bahwa adiknya tenggelam. Setelah dilakukan pencarian, salah seorang warga bernama Supriono dan warga menemukan korban tersangkut di batang pohon. Korban langsung dibawa ke Klinik Medisra, namun setelah diperiksa diketahui korban sudah meninggal,*(Rolijan)

Komentar