Ilustrasi doa qunut Subuh. (Foto: Pexels)
MORALRIAU.COM – Ketika salat Subuh berjemaah di masjid, kamu mungkin pernah memperhatikan bacaan dua qunut imam yang terdengar sedikit berbeda dengan doa qunut ketika salat sendirian.
Memang, ada beberapa kata dalam doa yang berubah, terutama pada bagian kata ganti dari “aku” menjadi “kami”.
Perbedaan ini sebenarnya cukup mudah dipahami. Imam membaca doa qunut bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk para makmum yang berada di belakangnya.
Itulah mengapa ada beberapa lafal yang menggunakan bentuk jamak.
Lalu, bagaimana bacaan doa qunut imam yang benar? Apa saja kata yang berbeda dengan doa qunut ketika salat sendiri?
Bacaan Doa Qunut Imam saat Salat Subuh Berjemaah
Berikut adalah bacaan lengkap doa qunut Subuh versi jamak yang dilantunkan oleh imam saat memimpin salat berjemaah:
اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِنَا بِرَحْمَتِكَ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ نَسْتَغْفِرُكَ وَنَتُوْبُ إِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin: Allahummahdinaa fiiman Hadait, wa ‘aafina fiiman ‘aafait, wa tawallanaa fiiman tawallait, wa baarik lanaa fiimaa a’thait, wa qinaa birahmatika syarra maa qadhait,
fainnaka taqdhi wala yuqdha ‘alaik, wa innahu la yadzillu man waalait, wala ya’izzu man ‘aadait tabaarakta Rabbana wa ta’aalait, falakal hamdu ‘alaa maa qadhait,
Nastaghfiruka wa natuubu ilaik, wa shallallaahu ‘alaa Sayyidina Muhammadinil ummiyyi wa ‘ala Aalihi wa shahbihi wasallam.
Artinya: “Ya Allah berikanlah kami petunjuk sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan petunjuk. Dan berilah kami kesehatan sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan.
Dan peliharalah kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pelihara. Berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan.
Dan selamatkan kami (dengan rahmat-Mu) dari bahaya yang telah Engkau tetapkan. Dan sesungguhnya Engkaulah yang Maha Menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukum-Mu.
Dan sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi.
Maka bagi-Mu lah segala pujian di atas apa yang Engkau hukumkan. Dan kami memohon ampun dari-Mu dan kami bertobat kepada-Mu.
Dan semoga Allah mencurahkan rahmat ke atas junjungan kami Nabi Muhammad yang ummi, keluarga, dan para sahabatnya.”
Alasan Utama Mengapa Bacaan Doa Qunut Imam Berbeda dengan Salat Sendiri
Jika diperhatikan, bacaan doa qunut saat menjadi imam salat berjemaah memang sedikit berbeda dengan qunut ketika salat sendirian.
Perbedaannya bukan pada isi doa secara keseluruhan, melainkan pada penggunaan kata ganti di dalamnya.
Berikut adalah penjelasan selengkapnya:
- Perubahan Kata Ganti dari Tunggal Menjadi Jamak
Perbedaan ini berkaitan dengan dhamir, yaitu kata ganti yang digunakan dalam bahasa Arab.
Ketika salat sendirian, seseorang membaca doa qunut dengan kata ganti untuk dirinya sendiri, seperti “aku” atau “diriku”.
Sementara itu, imam sedang memimpin banyak orang dalam salat berjemaah. Jadi, lafal doanya menggunakan kata ganti jamak yang berarti “kami”, sehingga doa tersebut juga mencakup para makmum.
- Imam Tidak Mengkhususkan Doa untuk Dirinya Sendiri
Dalam fikih, seorang imam juga tidak dianjurkan mengkhususkan doa hanya untuk dirinya sendiri ketika memimpin salat berjemaah.
Doa yang dibaca sebaiknya mencakup para makmum yang mengikutinya.
Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Tsauban RA:
لا يؤم عبد قوما فيخص نفسه بدعوة دونهم، فإن فعل فقد خانهم
Latin: Laa ya-ummu ‘abdun qauman faya-khushshu nafsa-hu bi-da’watin duuna-hum, fa-in fa’ala faqad khaana-hum.
Artinya: “Janganlah seorang hamba menjadi imam suatu kaum yang mengkhususkan dirinya di dalam doanya tanpa menyebutkan mereka.
Jika ia melakukannya, sungguh ia telah mengkhianati mereka.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Tsauban RA)
Kata Penting yang Membedakan Qunut Imam dan Qunut Sendiri
Perbedaan antara doa qunut imam dan qunut saat salat sendiri sebenarnya tidak terlalu banyak. Ada beberapa kata yang berubah dari bentuk tunggal menjadi jamak.
Supaya lebih mudah dipahami, berikut lima bagian penting yang perlu diperhatikan:
اَللَّهُمَّ اهْدِنَا (Allahummahdinaa), artinya: “Ya Allah, berilah kami petunjuk.”
Saat salat sendiri menjadi: اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ (Allahummahdinii), yang berarti “Ya Allah, berilah aku petunjuk.”
وَعَافِنَا (Wa ‘aafinaa), artinya: “Dan berilah keselamatan kepada kami.”
Saat salat sendiri menjadi: وَعَافِنِىْ (Wa ‘aafinii), yang berarti “Dan berilah keselamatan kepadaku.”
وَتَوَلَّنَا (Wa tawallanaa), artinya: “Dan jagalah atau pimpinlah kami.”
Saat salat sendiri menjadi: وَتَوَلَّنِىْ (Wa tawallanii), yang berarti “Dan jagalah atau pimpinlah aku.”
وَبَارِكْ لَنَا (Wa baarik lanaa), artinya: “Dan berkahilah kami.”
Saat salat sendiri menjadi: وَبَارِكْ لِىْ (Wa baarik lii), yang berarti “Dan berkahilah aku.”
وَقِنَا (Waqinaa), artinya: “Dan peliharalah kami.”
Saat salat sendiri menjadi: وَقِنِيْ (Waqinii), yang berarti “Dan peliharalah aku.”
Sumber: Inilah (*)

















Komentar