INHIL, MORALRIAU.COM- Air merupakan kebutuhan yang mutlak untuk semua makhluk terutama bagi manusia, itulah ucapan yang dikatakan Mono, Ketua RT. 29 Desa Bantayan, Kecamatan Mandah, Indragiri Hilir menyusul adanya permasalahan munculnya limbah dari aktivitas PT. Guntung Idaman Nusa (GIN).
Mono mengungkapkan rasa kecewanya terhadap PT. GIN sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit. Akibat ulah PT. GIN sungai di Desa Bantayan menjadi tercemar oleh limbah.
“Kami selaku warga selalu yang menggunakan air menjadi gatal dan menyengat. Bukan itu saja, bahkan ikan pun banyak yang mati,” katanya, Senin (15/10).
Selain itu menurut Mono, PT. GIN yang telah berdiri sejak beberapa tahun itu mengingkari komitmennya untuk membuat sumur bor untuk warga.
“Kami pernah bermohon bagaimana mengatasi (pencemaran) yang kami anggap musibah ini, baik terhadap PT maupun pemerintah desa. Ada memang kedua pihak berjanji untuk membuatkan sumur bor namun tidak jadi,” katanya.
Senada dengan dia, Mamat warga setempat menyampaikan, air sungai di Desa Bantayan bersifat pasang surut. “Sudah jelas kalau pupuk kelapa sawit di daratan akan turun mengalir ke sungai, secara logika apalagi dikala hujan sama saja kita mengonsumsi air kotoran, atau mandi air limbah,” tuturnya.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, Humas PT. GIN Rudi kepada media ini menyebut perusahaannya tidak membuka usaha di Desa Bantayan. “Di Desa Bantayan tidak ada pabrik, yang ada di Kecamatan Gaung, Kecamatan Pelangiran, Kecamatan Mandah. Mungkin bapak saja yang salah paham,” kilahnya.
“Apakah bapak melihat ikan itu mati? Setahu saya di Desa Bantayan tidak ada limbah,” ujarnya kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala Desa Bantayan Maslan mengaku tidak mengetahui soal penyakit gatal-gatal yang diderita warganya. Lagipula, katanya, tidak ada masyarakat yang melapor padanya. Ia meminta, apapun yang terjadi di Desa Bantayan agar warga masyarakat dan pemerintah desa setempat berkoordinasi dengan pihak kecamatan.
Maslan pun mengakui, PT. GIN pernah menjanjikan akan membuat sumur bor namun sampai saat ini tidak direalisasikan.
“Soal sumur bor memang pernah PT. GIN berjanji akan membuat sumur bor. Kami minta paling tidak 2 titik namun, 1 titik saja yang dikabulkan. Tapi sampai saat ini belum juga dilaksanakan,” terangnya.
Pewarta ; Rhama Melo
