TAPUNG, MORALRIAU.COM – Mogoknya proses belajar mengajar di SMAN 3 Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar dikarenakan tidak adanya keputusan dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau tentang pengunduran diri Kepala Sekolah SMAN3 Tapung dari jabatanya.Pada tanggal 25 Februari 2019, siswa SMAN3 Tapung melakukan protes secara damai, yang menanyakan kejelasan tentang uang KKS yang dipungut selama kepala sekolah yang baru Adella SPd. MPdi.
Seharusnya uang iuran perbulan tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan extrakurikuler di SMAN3. namun pada kenyataannya tidak ada pendanaan untuk kegiatan tersebut.
Disamping itu banyak siswa yang mengadukan kepada waka Kesiswaan perihal perilaku yang berlebihan dari kepala sekolah, seperti adanya chat whatsapp yang tidak layak antara seorang kepala sekolah dengan siswinya.
Tidak itu saja, video coll pada tengah malam kepada siswi, setelah adanya aksi protes dari siswa tersebut, siswa berharap adanya tanggapan dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau, namun sampai pada tanggal 9 April 2019 tidak ada respon.
Ini memicu adanya aksi lanjutan dari siswa/i SMAN3 tapung yaitu aksi mogok belajar mengajar yang berlansung selama tiga hari kemudian menyegel kelas kelas beserta ruangan kepala sekolah.
Siswa berharap adanya aksi kedua tersebut ada tanggapa serius dari dinas pendidikan Provinsi Riau.
Keterangan salah seorang guru yang minta namanya tidak disebutkan mengatakan kepada moralriau Kamis (11/4-2019) aksi damai pertama pihak sekolah didampingi oleh pihak Polsek Tapung supaya tidak terjadi kerusuhan, mediasi kedua bersama komite, namun tidak ada titik terangnya.
Pantauan moralriau dilapangan awalnya SMAN3 Tapung adalah sekolah terfoforit dengan 729 siswa, sekarang sepi seperti kuburan, tidak satupun kelas yang terbuka bahkan ada yang disegel.
Siswa datang ke sekolah bukan untuk belajar hanya melihat perkembangan aksi yang mereka lakukan.
Bahkan ada yang melontarkan, kami tidak mau lagi kepala sekolah sekarang menjadi kepala sekolah SMAN3 Tapung.
Pertemuan antara guru dan wali murid berjalan mulus, wali murid meminta pihak sekolah agar belajar seperti biasanya, sambil menunggu proses dari dinas pendidikan Provinsi Riau tentang pengunduran diri kepala sekolah di SMAN3 Tapung.
Selain itu para dewan guru SMAN3 Tapung Juga mengatakan, selama aksi mogok berjalan seluruh dewan guru SMAN3 Tapung tetap hadir setiap harinya seperti biasa hanya saja siswa tidak ada yang mau belajar. (yi)
