30 Tahun Tak Pernah Dikunjungi, Veteran Sampai Teteskan Air Mata Haru Saat Dikunjungi Danrem 031/WB

PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Mata Syaidina Ali berkaca-kaca saat jendral bintang satu memberi hormat dan menyalaminya. Syaidina Ali yang merupakan seorang veteran, dikunjungi oleh Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI M Syech Ismed, di kediamannya Perumahan Wadya Graha I, Blok N nomor 9, RT03/RW09 Kelurahan Delima, Tampan, akhir pekan lalu.

Dalam posisi duduk pada bangku teras rumahnya, Syaidina pun membalas hormat kepada jendral bintang satu itu. Dalam kegiatan bakti sosial Korem 031 Wirabima, Danrem mengajak pria berusia 90 tahun itu berbincang.

Dengan rasa haru dan air mata berlinang, Syaidina berbincang dengan sesekali memegang sang jendral. ‘’Pendengaran saya tidak lagi jelas,” kata Syaidina kepada Danrem.

Danrem juga menanyakan kesehatan, dan membahas sedikit perjuangan Syaidina pada masa lalu. Ia juga mendapat bantuan sembako, yang diberikan langsung oleh Danrem.

Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI M Syech Ismed usai penyerahan bantuan mengatakan, kegiatan ini merupakan dalam program Korem yang diberi nama Jumat Barokah.

“Kami memberikan dan membantu masyarakat, para warakuri dan keluarga TNI yang terdampak Covid-19. Hari ini kami juga menyapa para veteran. Insya Allah kegiatan ini akan berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, veteran adalah pejuang yang harus dihargai perjuangannya. Oleh sebab itu, ia juga berupaya untuk mem berikan perhatian terhadap para veteran.

“Insya Allah saya juga akan mengajak Pemda untuk memperhatikan para Veteran, Warakawuri dan putra-putri mereka kedepan. Yang pasti saya akan berupaya maksimal dan semoga saya bisa berbuat yang terbaik untuk  masyarakat Riau melalui peran saya sebagai Danrem 031/WB,” ujarnya.

Sementara itu, Meri anak kelima dari Syaidina Ali sangat mengucapkan terimakasihnya terhadap Danrem yang telah mengunjungi orangtuanya.

‘’Sejak 30 tahun terakhir, baru kali ini bapak dikunjungi Danrem. Kami merasa diperhatikan,” ucap Meri.

Ia bercerita bahwa sang Ayah cukup lama bergabung dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sejak usia 19 tahun sang Ayah telah ber gabung dengan TNI hingga pensiun.

“Bapak pensiun sekitar tahun 1970 dengan pangkat Koptu (Kopral Satu),” jelasnya. Syaidina Ali juga merupakan pemegang NRP tertua dengan nomor 195092. Meri menyebut, sang Ayah juga pernah bercerita bahwa tidak mudah menjadi seorang pejuang.

“Yang paling dikenang Bapak itu saat perjuangan melawan Belanda di Bukittinggi, sekitar tahun 1950 juga melawan PKI,” pungkasnya.

Ia juga berharap agar kede pannya para keluarga veteran terus diperhatikan, dan tidak hanya berhenti disini saja. (MCR

Komentar