Cegah dan Atasi Pelajar Merokok, Penting Keberadaan Posbindu SMA di Bengkalis

BENGKALIS, MORALRIAU.COM – Untuk pencegahan dan pengendalian serta salah satu cara mengatasi penyakit-penyakit tidak menular (PTM) seperti gangguan obesitas, gejala diabetes mellitus (kencing manis), hipertensi dan perilaku merokok pada pelajar, dewan guru dan karyawan di lingkungan sekolah menengah atas (SMA) sederajat, penting adanya pembentukan pos binaan terpadu (posbindu) di sekolah. Serta upaya penyegahan PTM lainnya, jantung koroner, stroke, kanker leher rahim, kanker payudara, asma dan lain-lain.

Dalam pelaksanannya posbindu diintegrasikan ke dalam program usaha kesehatan sekolah (UKS) dan penyuluhan kesehatan peduli remaja (PKPR) bagi anak sekolah yang sudah terlebih dahulu berjalan.

Di posbindu PTM di sekolah ini, melakukan upaya deteksi dini melalui screening atau usaha untuk mengidentifikasi penyakit atau kelainan secara klinis belum jelas dengan menggunakan tes, pemeriksaan pada faktor risiko, yaitu deteksi dini penyakit dengan sasaran penduduk minimal berumur 15 tahun.

“Jika ditemukan gejala, maka akan dirujuk ke Puskesmas atau RSUD untuk memperoleh pelayanan selanjutnya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra TH melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Alwizar, S.K.M, Sabtu (2/11/19) kemarin.

Salah satu upaya kesehatan tersebut, Dinkes Kabupaten Bengkalis memperkenalkan Posbindu SMA Institusi PTM di SMAN 2 Bengkalis. Guru UKS di sekolah ini sudah dilatih oleh provinsi, dan perkenalan Posbindu tersebut adalah tindak lanjut dari pelatihan yang telah diikuti.

“Pemkab Bengkalis berkomitmen melaksanakana berbagai upaya kesehatan untuk mencapai tujuan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Pelayanan yang dilaksanakan meliputi upaya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif di puskesmas-puskesmas dan upaya kuratif serta rehabilitatif di RSUD pemerintah,” terang Alwizar.

Kegiatan memperkenalkan posbindu di SMAN 2 Bengkalis, yang diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan makan buah bersama, penyuluhan tentang manfaat makan sayur dan buah.

Kemudian juga diisi dengan penyuluhan tentang peran dan fungsi posbindu PTM oleh Kepala Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa, Hj. Nurbaiti Johan, S.K.M, penyerahan sertifikat kader posbindu kepada empat orang pelajar. Turut hadir Plt. Kepala UPT. Puskesmas Bengkalis, Saipul Aula.

Memperkenalkan (launching) posbindu sekolah tersebut, ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar.

Kegiatan diakhiri dengan melakukan pemeriksaan asam urat, gula darah, tensi dan kolesterol terhadap 100 orang sasaran, majelis guri dan pelajar.

“Nanti juga akan dibentuk posbindu-posbindu lainnya di SMA sederajat dan di institusi-institusi pemerintah,” imbuh Alwizar.

Dari data yang ada di Dinkes Kabupaten Bengkalis, bahwa penyakit diabates mellitus dan hipertensi termasuk ke dalam 10 pola penyakit utama. Tahun 2017 terdapat 17.380 kasus PTM di Kabupaten Bengkalis. Dari jumlah tersebut, 64,25 % (11.167) adalah penderita hipertensi, 17,10 % (2.972 kasus) diabetes Mlmellitus 10,90 %, penyakit asma (1.894 kasus), dan 2,45 % (9.426 kasus) penyakit paru obstruktif kronis, dan 1,75 % (304 kasus) kegemukan (obesitas).

Dari jumlah total, 37,6 % (2.569 kasus) terjadi pada kelompok Umur 54-54 tahun, 34,7 % (6.035 kasus) terjadi pada Kelompok Umur 55-59 tahun, 30,5 % (5.301 kasus) terjadi pada kelompok umur 60-69 tahun, 28 % (4.997 Kasus) terjadi pada kelompok umur 20-24 tahun, dan 15,2 % (2.647 kasus) terjadi pada kelompok umur di atas 70 tahun, serta ada 5,4 % (939 kasus) terjadi pada kelompok umur 15-19 tahun.

Sementara pada tahun 2018, terdapat 23.840 kasus PTM di Kabupaten Bengkalis dengan jumlah kasus baru sebanyak 7.755 Kasus (32,5 % dari jumlah total kasus).

Secara berturut-turut di dominasi oleh penyakit hipertensi, obesitas, asma, dan penyakit paru obstruktif kronis dengan penderita menurut kelompok umur yang beragam. Pada tahun 2019 (sampai dengan September), terjadi sebanyak 71.116 kasus. PTM kasus baru sebanyak 30.331 kasus (45,4 % dari total kasus). Dengan rincian, penderita hipertensi sebanyak 80,15 %, diabates mellitus sebanyak 10,57 %, asma sebanyak 4,73 %, PPOK sebanyak 1,68 %, dengan penderitanya bervariasi menurut kelompok umur. (rtc)

Komentar