Edo Adrianto, Senior Manager Distribusi PLN UID RKR (kanan), menyampaikan paparan mengenai kondisi, kesiapan, dan penguatan sistem kelistrikan di Provinsi Riau dalam Diskusi Panel II Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Riau, Pekanbaru.
PEKANBARU, MORALRIAU.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau (UID RKR) terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Provinsi Riau guna memastikan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga Agustus 2026, total daya mampu pasok sistem kelistrikan di Riau mencapai 1.812,5 megawatt (MW) dengan cadangan daya sebesar 275 MW.
Hal tersebut disampaikan PLN dalam Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional dengan tema “Kehandalan Sistem Kelistrikan di Provinsi Riau” yang digelar Dewan Energi Nasional (DEN) di Ruang Teater Kampar, Gedung Integrated Classroom, Universitas Riau, Pekanbaru, Selasa (29/9).
Dalam kegiatan tersebut, PLN UID RKR menjadi salah satu narasumber pada Diskusi Panel II. Materi PLN disampaikan oleh Senior Manager Distribusi PLN UID RKR, Edo Adrianto, yang membahas kondisi sistem kelistrikan Riau, kesiapan operasional, serta rencana penguatan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah tersebut.
Edo menjelaskan, kondisi pasokan listrik di Riau hingga Agustus 2026 berada dalam kondisi siap mendukung kebutuhan pelanggan.
“Keandalan sistem kelistrikan merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. PLN terus memastikan kesiapan sistem melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas operasi dan pemeliharaan, serta kesiapan personel dan peralatan operasi,” ujar Edo.
Dari sisi kesiapan operasional, PLN didukung 1.444 personel, 118 posko pelayanan teknik (Yantek), serta tiga tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Kesiapan tersebut juga didukung kendaraan dan berbagai peralatan operasi untuk mempercepat penanganan gangguan serta menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan.
Selain penguatan infrastruktur dan kesiapan personel, PLN juga terus mendorong otomatisasi jaringan melalui integrasi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). Teknologi ini mendukung pemantauan dan pengendalian jaringan secara lebih cepat dan terintegrasi, sehingga deteksi gangguan, pengaturan jaringan, hingga pemulihan pasokan dapat dilakukan secara lebih responsif.
“Pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan keandalan sistem. Integrasi SCADA membantu PLN memantau kondisi jaringan secara lebih cepat dan mendukung penanganan gangguan serta pemulihan pasokan secara lebih efektif,” jelas Edo.
Upaya tersebut menjadi bagian dari transformasi PLN dalam membangun sistem kelistrikan yang semakin adaptif dan responsif, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Untuk menjawab kebutuhan kelistrikan jangka panjang, PLN juga menyiapkan pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di Provinsi Riau sebagaimana tercantum dalam RUPTL 2025–2034. Rencana tersebut mencakup penambahan kapasitas pembangkit sebesar 213,1 MW, jaringan transmisi sepanjang 2.687 kilometer sirkuit (kms), serta kapasitas gardu induk sebesar 6.310 MVA.
Selain penguatan sistem kelistrikan di daratan, PLN juga menyiapkan penguatan jalur pasokan dan interkoneksi kelistrikan ke wilayah kepulauan, termasuk Pulau Rupat, Bengkalis, dan Selatpanjang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan keandalan sekaligus memperkuat konektivitas sistem kelistrikan antarpulau di Provinsi Riau.
General Manager PLN UID RKR, Didik Wicaksono, mengatakan penguatan sistem kelistrikan merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus memperkuat implementasi kebijakan energi nasional.
“Keandalan listrik menjadi fondasi penting bagi aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, PLN terus memperkuat sistem melalui kesiapan operasional, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan infrastruktur yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan listrik di masa mendatang,” kata Didik.
Menurut Didik, kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, DEN, dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar pengembangan sistem energi dan ketenagalistrikan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Kolaborasi menjadi kunci agar pengembangan sektor energi, termasuk ketenagalistrikan, dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat, arah pembangunan daerah, dan kebijakan energi nasional,” ujarnya.
Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional tersebut dibuka oleh Rektor Universitas Riau Prof. Dr. Hj. Sri Indarti, S.E., M.Si. Kegiatan juga menghadirkan Anggota Dewan Energi Nasional Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc. sebagai keynote speaker dengan tema “Membangun Sistem Energi Nasional yang Tangguh: Diversifikasi Energi dan Penguatan Cadangan Penyangga Energi”.
Pada Diskusi Panel II, PLN hadir bersama Prof. Dr. Erman Taer, S.Si., M.Si., Guru Besar Universitas Riau, serta Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, Ismon Diando Simatupang, S.T. Diskusi membahas berbagai aspek ketahanan energi, pengembangan energi terbarukan, serta keandalan sistem kelistrikan di Provinsi Riau.
Melalui forum tersebut, PLN UID RKR menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Provinsi Riau melalui penguatan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kesiapan operasional. Langkah tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, Dewan Energi Nasional, dan pemangku kepentingan lainnya guna mendukung kebutuhan listrik masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, dan ketahanan energi nasional. (*)












Komentar