PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Desa Koto Aman Menggugat (Pekam) kembali melakukan aksi unjuk rasa di Tugu Zapin jalan Sudirman Pekanbaru. Aksi tersebut menuntut janji Presiden Joko Widodo yang akan menuntaskan konflik agraria di Desa Koto Aman, Tapung Hilir, Kampar, Riau empat bulan lalu.
“Presiden, kami menagih janjimu yang akan menyelesaikan konflik agraria di desa kami empat bulan lalu,” teriak Koordinator Lapangan Aksi, Dapson dalam orasinya seperti dilansir cakaplah, Selasa (5/3/2019).
“Hari ini kami tidak menangis lagi, hari ini kami tidak akan mengemis lagi, kami sampaikan sumpah bahwa kami akan meneteskan darah kami, bahkan nyawa kami pun akan kami korbankan demi hak dan masa depan anak cucu kami,” teriak lagi.
Dia menyatakan kalau sampai saat ini Presiden tak bisa menuntaskan persoalan ini jangan pernah bicara kesejahteraan Riau.
“Jangan pernah bicara lahan perkebunan di tangan asing untuk masyarakat. Presiden pernah menyampaikan HGU akan dikembalikan ke rakyat, tapi nyatanya mereka sudah datang hanya menebar janji,” ungkapnya.
Bahkan massa menilai, teriakan kemiskinan, keringat perjalananan air mata, pengorbanan seolah-olah ini menjadi tontonan menarik pemangku kepentingan. Perusahaan adalah segalanya, negara hanya alat untuk memperkaya kapitalis.
“Tiada kata pulang ataupun mundur sebelum kami terlepas dari penjajah kapitalis di desa kami. Yakni kembalikan lahan kami seluar 1.500 hektar yang telah dirampas PT SBAL,” tegasnya.
Menurutnya hampir 80 persen lahan kehidupan masyarakat Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, Kampar, Riau dikelola oleh perusahaan PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL) sejak tahun 1991.
“Itu adalah awal dari masa kelamnya anak cucu kami di sana. Dimana pada tahun itu pihak asing mulai masuk ke tanah kami dan menyerobot lahan kami dengan modus perkebunan kelapa yang pada akhirnya berubah menjadi kebun kelapa sawit,” paparnya.
“Para pemangku jabatan di negeri ini sudah buta, tuli dan bisu terhadap nasib kami di desa yang terpencil dan tertindas. Kebohongan janji pada petingging Riau ini sudah membuat kami bosan, bahkan pemimpin di republik ini juga ikut memberi janji manis yang sangat menyayat hati kami masyarakat kecil,” tukasnya. (*)












Komentar