MERANTI, MORALRIAU.COM – Seorang mahasiswi asal Kepulauan Meranti berinisial BQ mengaku mendapat perlakuan kurang pantas dari salah seorang petugas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang saat akan berangkat ke Malaysia, Rabu (22/7/2026).
Peristiwa itu terjadi di Pelabuhan Terminal Tanjung Harapan saat proses verifikasi keberangkatan.
BQ yang merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Provinsi Riau tersebut tengah libur semester dan berencana berkunjung ke Malaysia untuk menemui ibu dan kakaknya.
“Saya mahasiswi pak, mau ke Malaysia berkunjung, menjumpai mamak dan abang saya,” ujar BQ menirukan percakapannya dengan petugas.
Namun menurut pengakuan BQ, ia justru mendapat pertanyaan yang membuatnya terkejut.
“Kamu mau ke Malaysia mau kerja ya, jangan bohong, kelihatan dari muka kamu pembohong,” kata BQ menirukan ucapan petugas.
Akibat kejadian tersebut, BQ mengaku merasa takut dan syok hingga menangis saat menelepon ayahnya di atas kapal.
Orang tuanya pun datang menemui pihak Imigrasi sekitar pukul 15.00 WIB, ayah BQ berinisial Ad mendatangi Kantor Imigrasi Selatpanjang bersama awak media untuk meminta klarifikasi.
“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu. Dia perempuan dan sampai trauma. Anak saya itu mau melancong pak, menemui mamak dan abangnya di sana. Bahkan disuruh beli tiket PP. Apa sejauh itu wewenang Imigrasi?” kata Ad.
Menanggapi hal tersebut, Kasubsi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang, Yomi Wahyudi, menyampaikan permohonan maaf.
“Terus terang saya baru mengetahui kejadian ini. Saya selaku atasan mohon maaf kepada bapak atas perlakuan anggota saya. Nanti akan kami lakukan pendalaman secara internal dan akan kami tegur anggota kami,” ujar Yomi.
Yomi menjelaskan, pengetatan pemeriksaan saat ini dilakukan menindaklanjuti atensi pimpinan terkait maraknya Pekerja Migran Ilegal dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang korbannya banyak perempuan.
“Kejadian ini memang tidak seharusnya terjadi. Namun karena atensi pimpinan terkait TPPO, aturan pemeriksaan kami lebih kami tekankan. Sekali lagi atas nama institusi dan pribadi saya mohon maaf,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak Kantor Imigrasi Selatpanjang menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap SOP pelayanan di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang. (Mihrab.P)












Komentar