Para pelayat membawa jenazah warga Palestina, termasuk jurnalis dan seorang petugas medis, yang tewas dalam serangan Israel semalam, menjelang pemakaman massal di luar Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza pada Senin (11/8/2025).
GAZA, MORALRIAU.COM – Pesawat dan tank Israel kembali menyerang rumah sakit di Palestina pada Senin (25/8/2025). Dalam serangan Israel di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza, sedikitnya 20 orang tewas, termasuk lima jurnalis yang bekerja untuk Reuters, Associated Press (AP), Al Jazeera, dan media lain.
Melansir Reuters pada Selasa (26/8/2025), pejabat kesehatan Palestina menyebut kameramen kontrak Reuters Hussam al-Masri, meninggal di dekat posisi siaran langsung yang dioperasikan Reuters di lantai atas rumah sakit.
Serangan awal itu menghantam tepat di bawah atap bangunan. Saksi mata dan pejabat rumah sakit mengatakan militer Israel melakukan dua kali serangan di lokasi yang sama.
Serangan kedua menewaskan jurnalis lain serta tenaga medis dan petugas penyelamat yang datang memberikan pertolongan.
Nama-nama jurnalis yang tewas termasuk Mariam Abu Dagga (freelancer untuk Associated Press dan beberapa media), Mohammed Salama dari Al Jazeera, Moaz Abu Taha (jurnalis lepas yang berkontribusi untuk Reuters), serta Ahmed Abu Aziz. Sementara, fotografer Reuters Hatem Khaled dilaporkan terluka.
Respons Israel dan penyelidikan militer Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan ke rumah sakit di Palestina ini sebagai “kecelakaan tragis”.
Kantor Netanyahu mengatakan, Israel menghargai pekerjaan jurnalis dan staf medis, sambil menegaskan bahwa perang militer Israel ditujukan kepada Hamas.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengakui melakukan serangan di sekitar Rumah Sakit Nasser dan mengatakan kepala staf umum telah memerintahkan penyelidikan.
“Kami menyesali setiap kerugian terhadap individu yang tidak terlibat dan tidak menargetkan jurnalis,” tulis IDF dalam pernyataannya.
“IDF bertindak untuk meminimalkan kerugian pada individu yang tidak terlibat sebisa mungkin sambil tetap menjaga keselamatan pasukan IDF.”
Juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, mengatakan pada Senin (25/8/2025) malam waktu setempat bahwa penyelidikan akan dilakukan sesuai hukum internasional.
“Seperti biasa, kami akan menyajikan temuan kami sejelas mungkin,” ujarnya.
“Melaporkan dari zona perang aktif membawa risiko yang sangat besar, terutama dalam perang dengan organisasi seperti Hamas, yang secara sinis bersembunyi di balik populasi sipil,” tambahnya.
Kecaman media internasional
Reuters menyampaikan duka mendalam atas kematian dua kontributornya. “Kami sangat terpukul mengetahui bahwa kamerawan Hussam al-Masri, kontributor untuk Reuters, tewas pagi ini akibat serangan Israel di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza,” kata juru bicara Reuters.
“Moaz Abu Taha, jurnalis lepas yang karyanya sesekali diterbitkan Reuters, juga tewas, dan fotografer Hatem Khaled, kontraktor Reuters, terluka,” lanjutnya.
“Kami sedang mencari informasi lebih lanjut dan telah meminta otoritas di Gaza dan Israel untuk membantu memberikan bantuan medis mendesak bagi Hatem.”
Associated Press mengatakan mereka “terkejut dan sedih” mengetahui kematian Mariam Abu Dagga dan rekan jurnalis lain.
Abu Dagga diketahui sering meliput di rumah sakit, termasuk kisah anak-anak yang kelaparan dan kekurangan gizi.
Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya saat dimintai tanggapan. “Kapan ini terjadi?” tanyanya kepada seorang wartawan di Gedung Putih.
“Saya tidak tahu itu. Nah, saya tidak senang dengan hal ini. Saya tidak ingin melihatnya. Pada saat yang sama, kita harus mengakhiri semua mimpi buruk ini,” ucapnya.
Serikat Jurnalis Palestina mengecam serangan Israel, menyebutnya sebagai “perang terbuka terhadap media bebas”.
Mereka menyatakan lebih dari 240 jurnalis Palestina telah tewas akibat tembakan Israel di Gaza sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023.
Komite untuk Melindungi Jurnalis (CPJ) mencatat 197 pekerja media tewas sejak perang pecah, termasuk 189 warga Palestina di Gaza.
CPJ meminta komunitas internasional menuntut pertanggungjawaban Israel atas serangan terhadap pers. Dalam insiden terpisah di wilayah Mawasi, Khan Younis, dokter Rumah Sakit Nasser melaporkan tembakan Israel di tenda pengungsian menewaskan jurnalis lokal Hassan Dohan.
Dua pekan sebelumnya, koresponden Al Jazeera Anas Al-Sharif dan empat jurnalis lain tewas dalam serangan Israel. Saat itu, Israel mengakui menargetkan Sharif karena dituduh sebagai anggota Hamas. Namun, klaim Israel itu dibantah Al Jazeera. Sumber kompas (*)












Komentar