Masalah Jalan dan Banjir Dominasi Usulan Musrenbang 2019 Tangkerang Tengah

PEKANBARU, MORALRIAU.COM – Kelurahan Tangkerang Tengah Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru menggelar Rapat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan tahun 2019 di aula Kelurahan, Kamis siang (07/02). Masalah penanganan banjir jadi kegiatan dominan yang diajukan oleh 21 RW yang ada.

Kegiatan langsung dibuka oleh Lurah Tangkerang Tengah, Junaidi yang dilaksanakan di aula kantornya jalan Garuda Pekanbaru. Kegiatan rapat dipimpin oleh Ketua LPM Tangkerang Tengah Agus Rahman. Turut hadir Babinsa Kantibmas, Karang Taruna, Kasi Pembangunan Tangkerang Tengah,  Ketua FKRTRW Tangkerang Tengah Hendri Neldi, Ketua FKPM Tangkerang Tengah Suherman dan seluruh Ketua RW dan RT se Kelurahan Tangkerang Tengah.

Lurah Tangkerang Tengah, Junaidi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Musrenbang merupakan program tahunan dalam mengusulkan kegiatan pembangunan yang dimulai dari bawah tingkat Kelurahan.

“Memang kadang kita juga kecewa tiap yang diusulkan tidak ada yang masuk atau jadi program yang dilakukan di tahun berikutnya.  Namun ini merupakan rangkaian kegiatan yang mesti dilakukan,” katanya.

Disampaikan juga, pihaknya juga sebetulnya juga mengundang pihak PUPR Kota Pekanbaru agar bisa mendengar langsung apa yang jadi aspirasi. Namun, nampaknya tidak satupun perwakilan yang hadir.

“meski demikian kita akan tetap berbuat, apa yang bisa kita kerjakan, kita kerjakan. Buat proposal, kita serahkan ke PUPR bersama-sama,” tambahnya.

Seperti apa yang disampaikan Ketua RW 15, Zakaria.  Menurutnya jalan terutama di jembatan jalan Paus sering terjadi macet saat jam-jam sibuk. Parit yang ada sudah mendangkal dan makin ke ujung makin mengecil.  Kalau hujan, setinggi pinggang dalam rumah warga.

“Saya menyampaikan aspirasi warga saya lengkap dengan foto yang ada.  Untuk segera ditindaklanjuti dan dikawal bersama elemen Kelurahan yang ada,” katanya.

Begitu juga apa yang disampaikan oleh perwakilan RW 17, Miswar Nasution.  Menurutnya sudah bertahun-tahun belum ada realisasi. Terutama masalah parit, musim hujan selalu tergenang dengan genangan yang cukup tinggi. Sehingga tidak bisa dilalui seperti di jalan Kereta Api ujung dan jalan Gelatik belakang Masjid Al-Muqaddis. (*)

Komentar